PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE

Sabuk artinya : Sebagai tanda tingkatan di dalam menuntut ilmu Setia Hati Terate (tanda bukti/tanda di dalam tataran mempelajari ilmu Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate). 

1. Sabuk Polos/Hitam

          Sabuk polos/hitam adalah warna sabuk pada tingkat awal sebagai siswa Persaudaraan Setia Hati Terate. Secara mendasar mengandung arti bahwa siswa yang berada di tingkat polos adalah siswa yang masih belum mengetahui dengan baik tentang organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate. Warna hitam menunjukkan warna dasar dari pakaian SH Terate, sehingga warna sabuk polos dapat berarti juga bahwa siswa polos adalah siswa yang baru belajar dan baru mengenal Persaudaraan Setia Hati Terate dan tidak boleh ditunjukan kepada orang lain.

          Sabuk tingkat ini tidak berwarna karena polos, pengertiannya adalah suatu keadaan yang masih lugu. Tingkatan polos adalah siswa yang belum mengenal atau belum mengerti apa-apa tentang ilmu Persaudaraan Setia Hati Terate. Walaupun sebelum masuk menjadi siswa Persaudaraan Setia Hati Terate mereka sudah pernah mengikuti/berguru Pencak Silat kepada lain perguruan dan mereka disini sudah mendapat sebutan bisa bermain Pencak Silat tetapi untuk materi Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate mereka belum mengenal dan belum mengerti apa-apa.

2. Sabuk Jambon/Merah Muda

          Sabuk jambon/merah muda secara mendasar mengandung arti bahwa siswa jambon adalah siswa yang mudah mengenal SH Terate dan mengenal arah yang benar. Warna jambon mengandung arti warna keragu-raguan/labil, jadi sifat ragu-ragu/labil selalu ada di siswa tingkatan jambon. Warna jambon juga mengandung pengertian yaitu sifat yang mulai mengarah ke suatu kepastian tetapi masih dalam taraf menggantung dan belum tetap wataknya.

           Sabuk jambon (bahasa jawa) artinya merah muda. Disini dikandung suatu pengertian bahwa merah (tanpa muda) adalah melambangkan suatu keberanian. Sedangkan merah muda adalah melambangkan suatu keberanian yang memakai perhitungan. Jadi diharapkan siswa tingkat ini dituntut untuk memiliki suatu keberanian yang memakai perhitungan dalam menghadapi dan menyelesaikan suatu masalah. Tidak asal berani begitu saja, sebab asal berani tanpa memakai perhitungan yang matang akan menyebabkan suatu kegagalan dalam menyelesaikan suatu masalah.

3. Sabuk Ijo/Hijau

           Sabuk ijo/hijau secara mendasar mengandung arti bahwa siswa hijau adalah siswa yang sudah mantap/tenang hatinya. Warna hijau mengandung arti warna keadilan dan keteguhan dalam menjalani sesuatu. Sifat inilah yang diharapkan terbentuk pada siswa hijau, dimana siswa tersebut mampu berbuat adil, mulai di didik untuk madep, karep, mantep, dengan mengutamakan ajaran SH Terate.

          Sabuk hijau disini dikandung suatu pengertian bahwa warna hijau melambangkan suatu harapan. Siswa di tingkat ini sudah memiliki harapan untuk bisa di sah-kan menjadi Warga Persaudaraan Setia Hati Terate tingkat I, mengingat pelajaran yang diperolehnya.

          Pelajaran jurus khususnya yaitu sudah sampai jurus 20, pada tingkat ini siswa bisa di ijinkan oleh pengurus Cabang (berdasarkan pertimbangan tertentu) untuk mengikuti pengesahan menjadi Warga Persaudaraan Setia Hati Terate tingkat I, karena telah mendapatkan materi pelajaran jurus 17, dengan catatan siswa tersebut setelah di Sah-kan diwajibkan menjadi asisten pelatih dan meneruskan pelajarannya sampai tuntas

4. Sabuk Putih

          Sabuk putih adalah tingkatan siswa yang terakhir dalam latihan Persaudaraan Setia Hati Terate. Sabuk putih berarti bahwa seseorang yang telah mencapai tingkatan ini adalah orang yang telah mengerti arah dan tujuan yang sebenarnya dan telah mengetahui perbedaan antara benar dan salah. Pada tingkatan ini, seorang siswa akan menamatkan pelajaran SH Terate baik pelajaran olah kanuragan (beladiri) maupun pelajaran kerohanian/ke-SH-an. Warna putih melambangkan kesucian, oleh karena itu sifat dan watak yang diharapkan dari siswa tingkat putih adalah siswa tersebut dapat bertindak berdasarkan prinsip kebenaran, dan bersikap tenang seperti air yang mengalir. Dalam suatu pepatah SH Terate disebutkan "tiniti liring, tindak ing ati".

          Sabuk berwarna putih : sebagai pengikat yang kuat berdasarkan kesucian dan kebersihan secara lahir batin. Sabuk dibuat dari mori setinggi "sak pengadeg sak pengawe" artinya bahwa kekuatan manusia itu adalah berbeda-beda menurut kemampuannya diri sendiri. Mori biasanya dipakai untuk membungkus mayat, disini menggambarkan ikatan Persaudaraan dalam Setia Hati Terate yang kekal dan abadi itu sampai akhir hayat.

          Sabuk putih disini dikandung suatu pengertian bahwa warnaputih melambangkan suatu yang bersih dan suci. Diharapkan siswa pada tingkat ini sudah mulai mempersiapkan diri untuk menjadi Warga Persaudaraan Setia Hati Terate tingkat I, dengan jalan menjaga tingkah laku, sikap, perkataan dan perbuatan secara lahir dan batin pada hal-hal yang bersifat baik, bersih dan suci agar nantinya bisa mengikuti pengesahan menjadi Warga Persaudaraan Setia Hati Terate tingkat I, dan terhindar dari aral melintang yang tidak di inginkan.

          Itulah sedikit wawasan mengenai "Makna Tingkatan Sabuk PSHT" yang dapat saya bagikan untuk Saudara dimanapun berada. Silahkan dapat Saudara bagikan kepada yang lainnya sekedar untuk berbagi dan menambah wawasan. Sekian ..... dan terimakasih .....         


Salam Persaudaraan .....