Ticker

6/recent/ticker-posts

SAH... !!! HANYA SATU PSHT DI MUNAS IPSI 2021, YAKNI PSHT PIMPINAN KANGMAS MURJOKO HW


PSHT PESISIR BARAT // "Assalamu 'alaikum mas Ketua/ Kanda... barusan mas Andreas mengisi daftar hadir (Munas IPSI) dan disana hanya ada satu SH Terate, Ketuanya Pak Murjoko. Merdeka..!!!". Kalimat ini hari ini (15/12/2021) menjadi sangat viral di berbagai platform media sosial: Whatsapp, Facebook, Instagram, Line, Telegram dan twitter yang diikuti oleh Warga (Pendekar) SH Terate di seluruh dunia. Itu adalah suara salah satu Tim LHA (Lembaga Hukum dan Advokasi) PSHT - Pusat Madiun, Kangmas Sutrisno Budi, SH, MH. Dia memberi kabar bahagia bagi seluruh Warga PSHT dimanapun berada, bahwa pada tanggal 16 - 17 Desember 2021 di Sentul, Kabupaten Bogor akan dilaksanakan Musyawarah Nasional (Munas) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), dan salah satu yang menjadi peserta Munas adalah PPS Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) yang diketuai oleh Kangmas Murjoko. 


Sebagaimana diketahui bahwa IPSI adalah induk organisasi pencak silat yang berdiri pada tanggal 18 Mei 1948 di Surakarta, dimana PSHT adalah salah satu pendirinya. Oleh karena itulah PSHT mendapatkan status istimewa dalam Organisasi IPSi sebagai Perguruan Historis pendiri IPSI. Salah satu kelebihan yang dimiliki oleh Perguruan Historis adalah status keanggotaan secara otomatis di level pengurus pusat IPSI. 


Saat ini IPSI dipimpin oleh Bapak Letjend (Purn) Prabowo Subianto, yang terpilih kembali sebagai Ketua Umum IPSI pada Munas IPSI di Denpasar, Bali tahun 2016 lalu. Karena prestasinya selama memimpin IPSI, yakni menjadi cabang olahraga penyumbang medali emas terbanyak pada Sea Games Jakarta -Palembang 2019 lalu, maka menurut rumor yang berkembang di kalangan pengprov IPSI se Indonesia, akan mencalonkan diri kembali sebagai Ketua Umum PB IPSI periode 2021 - 2025.


PSHT sebagai salah satu perguruan historis pendiri IPSI tentu memiliki peran dan kontribusi yang signifikan bagi perkembangan pencak silat di Indonesia. Saat ini PSHT yang berpusat di Madiun, diperkirakan memiliki jumlah anggota sebanyak 8-9 juta orang. Jumlah ini tentu sangat wajar, mengingat PSHT berdiri jauh sebelum Indonesia merdeka 1945, yakni pada tahun 1922 oleh seorang bernama Ki Hajar Harjo Utomo, di Desa Pilangbango, Kota Madiun, Jawa Timur. 


Setelah melalui berbagai proses dan perjuangan hukum di pengadilan, PSHT yang dipimpin oleh Kangmas Murjoko mendapatkan kemenangan demi kemenangan melawan organisasi yang dipimpin seseorang bernama Muhammad Taufik yang juga mengaku sebagai Ketua Umum PSHT. Kasus yang dimenangkan oleh PSHT yang dipimpin oleh Kangmas Murjoko setidaknya ada 3 perkara yang sudah memiliki keputusan final dan mengikat (inkraht) yakni:

  1. Perkara gugatan kepemilikan merek dagang dan jasa PSHT dan Setia Hati Terate kelas 41 (Olahraga, Pencak Silat) dengan putusan kasasi nomor 40k/Pdt.Sus/HKI/2021. 
  2. Perkara gugatan pembatalan Badan Hukum PSHT yang diketuai oleh Muhammad Taufik, juga dimenangkan oleh mas Murjoko
  3. Perkara kepengurusan Yayasan SH Terate yang dimenangkan oleh Kangmas Andreas Eka Sakti, salah satu penguru PSHT yang diketuai oleh Kangmas Murjoko, HW. 

Maka berdasarkan putusan-putusan tentang legalitas organisasi diataslah, maka panitia Munas IPSI hanya mengakui satu PSHT, yakni PSHT yang dipimpin oleh Kangmas Murjoko, HW. Meskipun masih ada pihak-pihak yang ingin diakui sebagai PSHT. Ya biarkan sajalah, mereka mencari eksistensi dan jati diri. Namanya juga USAHA.

Posting Komentar

0 Komentar