Ticker

6/recent/ticker-posts

MEMPERINGATI HARI IBU

WWW.PSHTPESISIRBARAT.COM // Sejarah Hari Ibu tidak terlepas dari Kongres Perempuan Indonesia. Penetapan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu merupakan hasil dari Kongres Perempuan Indonesia I yang digelar pada 22-25 Desember 1928. Peringatan Hari Ibu (PHI) yang dilaksanakan setiap tanggal 22 Desember ini merupakan upaya bangsa Indonesia untuk mengenang dan menghargai perjuangan perempuan Indonesia dalam merebut dan mengisi kemerdekaan. Hari Ibu bagi bangsa Indonesia berbeda dengan Hari Ibu di negara lain karena identik dengan tonggak gerakan perempuan Indonesia untuk berkontribusi aktif memajukan bangsa. Dikutip dari kotaku.pu.go.id, Peringatan Hari Ibu Nasional hadir berdasarkan Keputusan Presiden Soekarno melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959. Presiden Soekarno melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959 menetapkan bahwa tanggal 22 Desember adalah Hari Ibu dan dirayakan secara nasional. Di SH Terate atau yang sering disebut PSHT bertujuan mendidik manusia berbudi pekerti luhur, tau benar dan salah. Dan juga bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berguna bagi Nusa dan Bangsa. Diantara tujuan SH Terate tersebut, ada ada kata "berbudi pekerti luhur tau benar dan salah " Yaitu diantaranya berbakti kepada orang tua ( ayah dan ibu) . Manusia dilahirkan dari rahim seorang Ibu, yang telah dikandung selama sembilan bulan 10 hari pada umumnya. Kita sebagai warga SH Terate harus senantiasa berbakti kepada orang tua kita yakni Ibu. Ibu adalah Malaikat Allah SWT yang secara lahiriah berdampingan dengan kita setiap saat. Semoga Allah SWT, selalu memberikan kebahagiaan, kesehatan , serta diberikan tempat berbaik agar selalu tersenyum dalam segala hal. Atas restumu Ibu aku bisa seperti ini. Dan atas Rahmat Allah SWT yang selalu Meridhoi-Nya.

Posting Komentar

0 Komentar